Tim Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU) terdiri dari Randy Prandana (Dosen Prodi Sistem Informasi), Dedi Darman Halawa (Mahasiswa Prodi Sistem Informasi) Ones Torius Halawa (Mahasiswa Prodi Teknologi Informasi) Nofantrius Halu (Mahasiswa Prodi Teknologi Informasi) berhasil meraih juara 2 (dua) Lomba Invensi dan Pengabdian Masyarakat Tingkat Kota Medan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Medan Tahun 2026, Selesa 11 Februari 2026.
Dikatakan Dedi Darman Halawa Kamis 12 Februari 2026 inovasi yang ditampilkan adalah Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis Long Range (LoRa) Internet of Things (IoT). Teknologi ini dirancang sebagai sistem terpadu yang mengombinasikan teknologi pemantauan lingkungan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sensor ketinggian muka air dan sensor curah hujan yang dipasang pada titik-titik rawan banjir untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time.
Data hasil pengukuran tersebut dikumpulkan oleh node IoT dan dikirimkan melalui jaringan LoRa yang memiliki jangkauan komunikasi luas serta konsumsi daya rendah, sehingga sangat sesuai untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan kondisi geografis rawan bencana. Data yang dikirimkan oleh node IoT diteruskan ke LoRa Gateway yang berfungsi sebagai penghubung antara jaringan sensor di lapangan dengan sistem pengolahan data berbasis cloud.
Selanjutnya, data diproses pada server aplikasi untuk dilakukan analisis ambang batas (threshold), pengolahan historis, serta visualisasi dalam bentuk grafik dan status peringatan. Apabila data menunjukkan potensi terjadinya banjir, sistem secara otomatis menghasilkan peringatan dini yang disebarkan melalui berbagai media, seperti dashboard web dan aplikasi mobile, pesan singkat (SMS/ WhatsApp), serta alarm atau sirine peringatan di lingkungan masyarakat.
Keunggulan utama sistem ini terletak pada integrasinya dengan manajemen risiko partisipatif berbasis komunitas. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima informasi peringatan dini, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam proses pemantauan, interpretasi data, serta pengambilan keputusan terkait respons kebencanaan.
Informasi yang dihasilkan oleh sistem dimanfaatkan oleh kelompok siaga bencana, pemerintah kelurahan, dan pelaku UMKM untuk melakukan tindakan mitigasi dini, seperti pengamanan aset produktif, penyesuaian aktivitas ekonomi, dan koordinasi evakuasi apabila diperlukan. Dengan demikian, penerapan Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis LoRa IoT ini tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi dan peringatan dini, tetapi juga sebagai sarana penguatan kapasitas adaptif masyarakat dalam menghadapi risiko banjir. Integrasi teknologi dan pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu mengurangi dampak kerugian ekonomi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mendukung proses pemulihan ekonomi pascabencana secara berkelanjutan.
Sementara Rektor Univeresitas MTU, Dr. Dompak Pasaribu, SE., M.Si., CPA., CACP mengatakan sangat mengapresiasi pencapaian yang diraih dosen dan mahasiswa Universitas MTU dalam ajang Lomba Invensi dan Pengabdian Masyarakat Tingkat Kota Medan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Medan Tahun 2026, Selesa 11 Februari 2026.
“Universitas MTU terus melakukan inovasi terbaru yang dapat memberi dampak besar kepada masyarakat, sebagaimana slogan Kemendiktisaintek yakni diktisaintek berdampak”, ungkapnya.
Lebih lanjut Rektor menjalaskan Universitas MTU memiliki dua Fakultas yakni Fakultas Sain dan Teknologi yang meliputi Prodi Teknologi Informasi, Prodi Sistem Informasi dan Prodi Agribisnis. Fakultas Ilmu Sosial meliputi Prodi Bisnis Digital, Prodi Manajemen dan Prodi Akuntasi. Tiga prodi terakreditas baik sekali yakni Prodi Sistem Informasi, Bisnis Digital, dan Managemen.(*)