Universitas Mahkota Tricom Unggul (Universitas MTU) dalam memperluas jejaring kerja sama tingkat internasional menjalin kemitraan strategis di bidang pendidikan dengan Politeknik Premier Port Dickson (PPD), lembaga pendidikan vokasi terkemuka di Malaysia.
Penandatanganan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerja Sama atau Letter of Intent (LoI) ini dilakukan secara resmi oleh pimpinan tertinggi dari masing-masing institusi. Dari pihak Universitas MTU, penandatanganan dilakukan oleh Assoc. Prof. Dr. Dompak Pasaribu, S.E., M.Si, CPA, CACP, yang menjabat sebagai Rektor Universitas MTU, sementara dari pihak Politeknik PPD, ditandatangani oleh Bapak Haji Wan Zulkifly Bin Wan Zakaria, selaku Direktur Politeknik PPD pada tanggal 5 Agustus 2026 di Politeknik PPD Malaysia.
Rektor Universitas MTU Assoc. Prof. Dr. Dompak Pasaribu, S.E., M.Si, CPA, CACP menjelaskan perjanjian ini akan bekerja sama secara nyata dalam berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati mencakup sejumlah bidang utama yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kedua institusi,” ungkap Rektor, Rabu 12 Agustus 2026.
Adapun ruang lingkup kerja sama ini kedua belah pihak sepakat untuk saling mendorong dan menciptakan peluang dalam hal pembagian serta pemanfaatan bersama keahlian, peralatan penunjang pendidikan, dan berbagai fasilitas yang dimiliki masing-masing kampus.
Hal ini kata Rektor membuka kemungkinan bagi sivitas akademika untuk mendapatkan akses terhadap sarana prasarana dan keilmuan yang mungkin belum tersedia secara lengkap di lingkungan kampus masing-masing.
Selanjutnya, kerja sama juga mencakup penyelenggaraan pelatihan bersama serta konsultasi terkait standar dan proses sertifikasi keahlian. Dengan demikian, standar kompetensi yang dimiliki dapat diselaraskan dengan standar internasional, sehingga lulusan dari kedua institusi diharapkan memiliki kemampuan yang diakui secara lebih luas dan mampu bersaing di pasar kerja global.
Selain itu, kedua institusi juga sepakat untuk bekerja sama dalam hal penyempurnaan serta pengembangan silabus dan kurikulum pendidikan, agar materi pembelajaran yang diberikan selalu relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja dan industri yang terus berubah.
Bidang penelitian, inovasi, serta komersialisasi hasil karya ilmiah dan temuan bersama juga menjadi salah satu pilar penting dalam kerja sama ini. Melalui kolaborasi riset, dosen dan peneliti dari kedua belah pihak dapat saling bertukar gagasan, melaksanakan penelitian bersama, dan mempublikasikan hasil karya, sehingga kualitas riset dan inovasi yang dihasilkan dapat meningkat pesat.
“Tak kalah penting, Politeknik PPD dan Universitas MTU juga menetapkan diri sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program pertukaran tenaga pendidik, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa,” jelas Rektor.
Program pertukaran ini menjadi peluang berharga bagi para dosen dan mahasiswa untuk memperluas wawasan internasional, mempelajari budaya dan sistem pendidikan negara lain, serta membangun jejaring pertemanan dan kerja sama lintas negara yang bermanfaat untuk masa depan.
Selain bidang-bidang tersebut, pintu kerja sama juga terbuka lebar bagi berbagai program lain yang disepakati bersama di masa mendatang seiring kebutuhan dan perkembangan kedua belah pihak.
Dalam pelaksanaannya, kedua pihak telah menyepakati bahwa seluruh biaya yang timbul serta pembagian tanggung jawab dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan akan dibahas dan disepakati bersama, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan serta ketersediaan sumber daya yang ada di masing-masing institusi.
Setiap program atau proyek kerja sama yang hendak dijalankan akan disusun rincian pelaksanaannya secara menyeluruh oleh kedua belah pihak sebelum dilaksanakan, guna memastikan segala hal berjalan dengan terencana, tertib, dan saling menguntungkan.
“Penandatanganan LoI ini merupakan langkah awal yang sangat positif dan strategis. Bagi Universitas MTU kerja sama dengan Politeknik PPD menjadi bukti nyata upaya berkelanjutan kampus dalam membangun jejaring kemitraan berkualitas dengan lembaga pendidikan terpercaya di luar negeri,” katanya.
Langkah ini lanjut Rektor sejalan dengan visi Universitas MTU untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkualitas, dan memiliki wawasan global.
Dengan adanya kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan baru dalam dunia pendidikan, pertukaran budaya, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas di kedua negara.
Dosen dan mahasiswa diharapkan dapat merasakan manfaat nyata dari kerja sama ini melalui akses ilmu pengetahuan yang lebih luas, pengalaman belajar lintas negara, serta kesempatan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ilmiah dan pengembangan kompetensi bersama.
Pada akhirnya, kerja sama ini tidak hanya akan mempererat hubungan kedua institusi semata, tetapi juga turut mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara bertetangga yang memiliki kedekatan budaya dan kepentingan bersama di bidang pendidikan.(*)